Telp: (021) 3619535, Email: jdih@bppt.go.id

 

Hak Kekayaan Intelektual (HKI) merupakan hal yang sangat penting bagi BPPT karena kegiatan BPPT adalah dalam bentuk kerekayasaan dan penelitian yang seharusnya berorientasi HKI. Tentunya kegiatan ini bertujuan untuk membantu para inventor dalam mengusulkan patennya ke Dirjen HKI. Terutama dalam hal pengisian aplikasi dan kemudahan dalam pendaftaran. Demikian dikatakan Kepala Bagian Hukum dan Kekayaan Intelektual - Biro Hukum Kerjasama dan Humas BPPT, Poetro Prakoso Djati saat membuka acara Mediasi/Hearing Paten di Wisma Tamu Puspiptek, Tangsel, (14/06).

Ditambahkan Poetro bahwa fungsi mediasi paten adalah untuk mempercepat paten agar menjadi lebih bermanfaat. “Mediasi ini adalah sebagai wadah komunikasi untuk menginformasikan isi dokumen paten atau klaim yang hendak disampaikan antara inventor dan examiner,” tambahnya.

Mengenai kemanfaatan sebuah Paten, Poetro menuturkan perlunya mindset dimana sebuah Paten saat ini, tidak cukup hanya granted akan tetapi harus bisa dipasarkan atau dapat diterapkan dalam industri. “Setelah aplikasi Paten tersebut memperoleh sertifikat dari Ditjen HKI, maka paten tersebut harus sudah dapat diterapkan dalam industri (sudah dikomersialisasikan),” jelasnya kepada peserta yang merupakan inventor atas sembilan paten BPPT yang berasal dari lingkungan unit kerja BPPT antara lain B2TKS, B2TP, PTM, PTIP, B2TMC, PTisda, dan PTSEIK.

Pada kesempatan yang sama, Kasubdit Pemeriksaan Paten, Dirjen Paten Kementerian Hukum dan HAM Mercy Marvel mengatakan agar kegiatan mediasi ini dapat menghasilkan suatu output yang sangat bermanfaat. “Tentang paten ini juga masuk dalam Paket Kebijakan Ekonomi ke 13 yang diwujudkan oleh Presiden RI,” jelasnya.

Mercy menambahkan, sistem paten yang kita kembangkan semakin hari semakin kuat dengan dikeluarkannya paket kebijakan ekonomi ke 13, didalam paket itu banyak permohonan baik UMKM, maupun dari Litbang. “Itu biayanya dipangkas terutama litbang pemerintah, perguruan tinggi, UMKM tetapi untuk umum tetap tidak dikurangi biayanya. Oleh karena itu karena BPPT, menurut Mercy termasuk kedalam litbang pemerintah maka kita harus mengoptimalkan paket ekonomi ke 13, ini merupakan insentif baru bagi para inventor, peneliti dan perekayasa agar tetap berkarya agar lebih produktif lagi dan lebih maksimal,” pungkasnya. (Humas/HMP)